Rabu, 01 Januari 2014

sebuah kartu natal

Diposting oleh dita amalia di 07.29 0 komentar

   

Sekeping amplop berwarna hijau tua itu kubuka. Terlihat sebuah kartu ucapan. Di depannya terpampang gambar sebuah rumah yang cukup besar. lengkap dengan pohon tinggi tanpa dedaunan. Serta pohon-pohon cemara yang berdiri kokoh dan sangat hijau. Tampak salju-salju menggumpal di sepanjang jalan. Tampak juga yang turun dari langit berbentuk butiran-butiran putih halus beraturan. Terasa sangat dingin mengigit. Dari luar,tampak rumah besar tersebut memancarkan cahaya lampu yang terang benderang. Dan terasa hangat di dalam--aku mencoba menerawang. Di seberang jalan tampak sebuah kereta kuda lengkap dengan penumpang. Di dalamnya terdapat seorang bocah lelaki dan seorang lelaki paruh baya yang masing-masing menggunakan mantel tebal lengkap dengan kupluk dan sarung tangan, sedang menuju rumah besar yang kuceritakan tadi.

Gambar yang sangat menunjukkan nuansa natal. benar saja. Ketika kubuka kartu ucapan itu tertulis :

"Wishing you all things bright and beautiful this christmas season. 
Merry Christmas"


Bukan. jangan menyangka aku yang tidak tidak. Aku bukan seorang nasrani yang baru saja mendapatkan christmas card dari seseorang yang juga nasrani. Aku membeli kartu natal ini di sebuah toko buku favoritku. Aku menyukainya. Si kasir pun heran ketika seorang perempuan berjilbab menyerahkan 2 komik dan beberapa christmas card untuk dibayar.

"Ga salah mba?" Si kasir menatapku dengan wajah keheranan
"Kenapa?" tanyaku tak kalah heran
"Ini" serunya sambil menunjuk kartu-kartu natal yang kutaruh di meja kasir
"Oooooh... enggak" Aku cuma tersenyum. Loh memangnya kenapa dengan kartu-kartu ini?



Bukan apa apa. Kartu itu bukan untuk dikirim pada seseorang yang merayakannya. Bukan. Aku hanya menyukai... suasana dalam kartu itu.


memang sederhana dan terlihat biasa


terasa lengkap bila disandingkan dengan bola kaca milikku


 

Chocodit Escape Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos