Kamis, 18 Juli 2013

aku melihatmu. Lagi.

Diposting oleh dita amalia di 06.15 2 komentar
dari jarak kurang dari beberapa meter, aku bisa mengenali sosok yang tak begitu jangkung dengan kulit kecoklatan itu. dengan bola mata hitam besar dan mulut yang hampir jarang mengulas senyum. iya, aku melihatmu lagi. tentunya dari sini. aku ga berani mendekat apalagi menyapa. canggung rasanya. aku malu pada teman-temanmu yang mulutnya tak pernah sopan untuk mengolok-olok perempuan.
he-em. aku terlalu cupu untuk bergabung dengan kelompokmu. aku... cukup memberi gelar diriku sebagai, pengagum.

mata dengan bola hitam menganga mu itu yang mengusikku. seperti magnet. ingin rasanya terus menatap. lekat-lekat. tanpa dibebat. tanpa banyak debat.
dan nyatanya matamu tak juga balik menatap mataku. kedua mata indah bola pingpong  itu selalu terfokus ke satu titik. terpaku pada sepasang mata yang lain. mata dengan tatapan teduh. mata milik seorang perempuan dengan rambut hitam tergerai. matamu tak penah lengah menatap mata teduhnya. dari kejauhan.

aku menatapmu. dan kedua matamu tak lepas menatap sepasang mata perempuan itu. kita sama-sama mengejar. tidak. bukan mengejar. kita sama-sama berharap. kita sama-sama menatap apa yg seharusnya tidak kita tatap. semuanya tak berbalas.
aku menunduk. lalu mendongak. ingin menatap sekali lagi. sepasang mata itu,ah.... terlalu indah memang.



Selasa, 09 Juli 2013

bolehkah saya tahu namamu?

Diposting oleh dita amalia di 20.28 2 komentar
dari kakiku berpijak, aku sudah menerawang lewat kacamata minusku. melihat sesuatu diujung sana yang entah kenapa sangat mengusik. sosok itu,mirip.... ah... entahlah...
aku menatap terpaku ke satu titik : matamu. aku mata-matamu yang selalu memata-matai matamu.
i look into your eyes then i think i see you lookin back. iya, kurasa manik matamu juga menatapku. dan, kurasa aku terlalu ke-geeran ya?

aku mencari dan dengan cepat aku menemukanmu. sosokmu terlalu mudah untuk ditemukan. tapi deretan huruf di kertas dengan tali yang mengalung dilehermu yang sulit untuk kubaca. huruf A sampai Z yang mengacak menjadi namamu.

kau terlalu sopan untuk jadi berandal, bung.  tapi tampang luarmu tampak terlalu seperti don juan. dan nyatanya kau tak seperti itu. kau...menarik. dan aku suka, entah kenapa.
dan aku cuma bisa memandangmu dari sini, sambil mencari adakah celah untuk mataku bisa membaca sederet kata itu.






bolehkah saya tahu namamu, kang?
izinkan saya menatap matamu lagi..
 

Chocodit Escape Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos