Kamis, 26 Februari 2015

celoteh sepatu (via soundcloud)

Diposting oleh dita amalia di 08.27 0 komentar

Kamis, 05 Februari 2015

Celoteh Sepatu

Diposting oleh dita amalia di 11.41 6 komentar




" Kita tuh kaya sepatu ya"

"Sepatu?"

"Iya. Aku sepatu kanan, kamu sepatu yang kiri."

"Maksudnya... sepasang?"

"Bukan. Kamu tuh ibarat sepatu kiri yang dipake sama orang lain. Sedangkan Aku ibarat sepatu kanan yang dipake sama orang yang beda. Ya, kita sepasang tapi bukan dalam pemilik yang sama gitu."

"Oooh. Hahahaha terus apa nyambungnya?"

"Ya... emang ngga nyambung sih"

"Meskipun beda pemilik juga, kita tetep sepasang kan? Kamu sepatu kanan, Aku sepatu kiri."

"Tapi gimana sama pasangan si sepatu kanan? bukannya bakal lebih serasi kalo dipasangin sama sepatu yang sama?"

"Iya. Tapi kita tetep bisa jadi sepasang kan?"
                                            
**



Celoteh sang sepatu kanan :
Kita itu sepatu. Aku sepatu kanan, kamu yang kiri nya. Sepasang. Tapi nggak saling berpasangan. Belum. Aku seneng banget loh kalo diajak jalan jauh sama kamu, apalagi kalo lari-lari. Tapi aku takut kamu cape. Aku juga ga masalah ko kalo kena ujan. tapi aku takut kamu kedinginan. Takut kamu masuk angin. Sampe bersin bersin.

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan


Celoteh sang sepatu kiri :
Kita emang sepatu kanan dan kiri yang berharap bisa berpasangan. Tapi, aku bisa apa? Ketika kita dipakai oleh kaki kaki yang berbeda, dan ditaruh di rak yang berjauhan, kita nggak bisa apa-apa. Padahal, deket kamu aku bisa seneng banget. Kita bisa berbagi, kita bisa lari-lari, kita bisa hujan-hujanan. Tapi, aku harus gimana? Kita bisa apa? 
Berdoalah supaya kaki kaki itu menemukan sepatu yang serasi ; Kita. Kamu, Aku. Sepatu kanan dan Sepatu kiri yang berpasangan.

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu. *



Tapi pada akhirnya, kaki kaki manusia itu mempertemukan mereka ke dalam satu rak yang sama. Sang sepatu kanan meminta sepatu kiri untuk bersamanya. Untuk menemani ia berlari. Berjalan bersama di hari yang berhujan.
Aku harap bisa terus seperti ini.
Semoga.




*Terinspirasi dari lagunya tulus :)




Dita Amalia,
06/02/2015

Minggu, 01 Februari 2015

Berburu Momen

Diposting oleh dita amalia di 01.07 0 komentar

okeee jadi ceritanya aku dapet tugas hunting lagi nih. soo.. ini dia hasil jepretan Dita hehehe



Putih Menyaput Biru
(berawan)


                                                                                                 Data teknis:
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/16 | Exposure time: 1/800sec | Iso: 400 | no flash

Ceritanya aku sama Dedew luntang-lantung di Bandung. Bingung mau kemana, akhirnya kita kesini aja deh main sekalian hunting ke calon kampus (cielaaa) coba tebak dimana calon kampus kita kelak. Yap Institut Teknologi Bandung hehe. Gara-gara ada pasar seni ITB waktu itu, kita jadi penasaran ITB tuh dalemnya kaya apa sih? soo daipada bingung luntang-lantung di Bandung, akhirnya kita memutuskan untuk keliling keliling kesini dan yaa dapet juga deh moment berawan. Aku baru tau ternyata ITB itu dalemnya yaa sebelas duabelas lah ya sama sekolahku tercinta--STM. Suasananya rindang, banyak pohon, banyak spot buat nongkrong juga, terus yang paling penting, banyak mesin mesin! yaeyalah... sama sama sekolah teknik. hehe

Stand up Hands up!
(terik)

 Data teknis:
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/10 | Exposure time: 1/250sec | Iso: 400 | no flash

Sip deh. Lanjut keliling ITB, sambil panas-panasan. Alhamdulillah ya dapet moment terik. Di depan tuh ada monumen (eh?atau apalah namanya itu) berdiri gitu lucu banget kan. (tunjuk yang merah) entah itu patung badak atau apa..silahkan simpulkan sendiri ya 



Payungku
(hujan)

 Data teknis:
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/5.6 | Exposure time: 1/200sec | Iso: 3200 | no flash

Habis kenyang liat liat kampus ITB, Aku dan dedew pulang dannnn kita terjebak hujan. kita berlindung di beranda sebuah hotel. Daripada menyia-nyiakan moment, ya langsung aja deh jepret!! ada si teteh yang lagi lewat make payung di tengah hujan tuh fitwiw


Nearly Dusk
(sunset)

 Data teknis:
camera maker: canon| camera model: canon eos 600d | f-stop: f/5.6 | Exposure time: 1/80sec | Iso: 400 | no flash

Kalo yang ini lain cerita. Ini tuh senja dari balkon rumah. Berhubung ga dapet sunrise, yasudahlah aku potret senja aja. mumpung langitnya lagi cantik;)


Abu Mengabur
(mendung)

 Data teknis:
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/10 | Exposure time: 1/800sec | Iso: 100 | no flash

 Ini juga beda cerita. kalo yang ini, ceritanya aku sama dedew jalan jauh ke sukawana hehe. Sehabis mampir ke villa istana bunga dan ngebaso di laris manis, kita jalan kaki, berpetualang ke parongpong untuk yang kedua kalinya. Kita masuk dari kavaleri nyari jalan nyampe ke sukawana. Seru abissss


Noktah
(night photography)
 Data teknis:
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/4.5 | Exposure time: 1/40sec | Iso: 3200 | no flash


Kalo yang ini, malam ketika aku dan dedew pulang dari ITB itu. Kita, berdua, perempuan, jalan hujan hujanan. Malem-malem. Baju jibruk, muka udah ga berbentuk. Kedinginan, masuk angin. Demi dapetin  moment malem di stasiun. sebelum nyampe stasiun, kita sempet susah banget nyari angkot ditengah hujan. Pas udah nyampe, ternyata kita salah masuk stasiun, jadi kita masuk ke tempat orang orang yang make kereta eksekutif  gitudeh. dannn, kita mesti puter balik. Kebayang ya kita jalan lagi hujan hujanan. Ya, tapi akhirnya dapet juga deh moment nya. Meskipun sulit, tapi puas. Justru disitu tantangannya :)



okedeh, segitu aja postingan tugas perekaman (sekaligus curhatan :p) seorang Dita amalia hehe. 
salam blogger

Dita amalia,
01/02/2015

 

Chocodit Escape Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos