Jumat, 22 November 2013

13 november 2013

Diposting oleh dita amalia di 06.19 1 komentar
     Hari itu, bermili liter air dalam tampungan awan-awan tumpah ruah. Ia menjatuhkan segelintir air hujan. Angin pun berkoar berkelebat tak mau kalah. Lamat laun air-air hujan itu semakin ganas jatuh ke tanah. Disapu angin-angin nakal yang membawa hawa dingin menusuk kulit lalu merembes sampai ke tulang. Lengkap.
     Seorang ibu di pinggir jalan memberhentikan laju kendaraan yang kutumpangi. Ia mendekat, lalu berkata       "Saya cuma punya uang 2000, boleh ikut menumpang?" seruya dengan suara sedikit parau.
     "Ya. Naik." si supir berbaik hati. mungkin ia tak tega melihat perempuan berdiri kedinginan ditengah derasnya hujan.
     Lalu perempuan itu berjalan dengan ragu. lalu naik kendaraan yang juga kutumpangi dengan tertatih. dengan si kecil di gendongan dan si sulung di gandengan. Ia tampak muram. durja sepertinya; wajahnya hampir menangis. si kecil menggigil. bibirnya nyaris membiru. sang ibu mendekapnya lebih rapat lagi. si kecil lalu bergelung, berkemul dalam jarit tipis batik coklat tua. si sulung juga basah kuyup. ia memegang lengan sang ibu dengan kuat. Sang ibu hanya bisa merenung. sambil merengkuh kedua putrinya, berharap akan ada kehangatan yang bisa meredakan rasa dingin diantara keduanya. mata hitamnya berkilat berkaca-kaca. mungkin batinnya sudah menangis. namun hanya kilatan tipis yang tergambar di sudut matanya. Tapi, tak ada yang tahu apa yang sedang ia rasakan saat ini. kecuali dingin. dingin. dingin. "Mama, aku kedinginan" Seru si Sulung.
     Kualihkan pandangan, tak kuasa aku melihat. kendaraan yang kutumpangi terus melaju. saatnya aku untuk turun. lalu aku beranjak, sambil melihat pemandangan penuh iba itu sekali lagi.













13 November 2013

Senin, 04 November 2013

evergreen

Diposting oleh dita amalia di 05.48 0 komentar
hai evergreen, or holla cemara yang hijau sepanjang tahun, tadi kita bertemu lagi loh tanpa disengaja. awalnya emang ada sedikit harepan pas aku lewat tadi.ceilaaaa. tapi pas tiba-tiba aku hopeless banget, ada kamu tiba-tiba lewat, deg! kita ketemu dan saling tatap loh tadi, haha mukamu LOL banget. matamu melotot ih serem sekali wkwk. lama ga ketemu gara2 kita ga satu sekolah lagi, rambutmu makin gondrong ya sekarang. tapi tetep kece ko ka! :)



buat kau, cemara. tetep jadi cemara yang hijau sepanjang tahun ya! yg tetep hijau meskipun bermandikan salju. yg tetep kokoh, tinggi menjulang dalam situasi apapun. dan....gausah jaim plus so dingin gitu kali :p hehe





dari: orang yg selalu kagum akan sebongkah cemara
4 november 2013

Selasa, 22 Oktober 2013

Rindu yang terbayar

Diposting oleh dita amalia di 06.01 5 komentar

Aku menjumpaimu. masih sama seperti ketika kita saling mengucap selamat tinggal dulu. seperti ada jarak yang membentang di kedua benak masing-masing. kau bilang kau rindu. begitupula aku. lama sekali kita tak bersua. berapa lama? setahun?dua tahun?empat tahun?atau sewindu? kau mulai mengingat.

kita berjumpa lagi. Di sudut dimensi yang masih sama, kau masih mengingatku. begitupula aku. kita saling menatap tanpa bicara. bergumam tanpa suara. terbesit kenangan. Ada kejutan. Ada debaran. Ada rindu yang terbayar.

seperti menjumpa pisah
seperti memisah temu
seperti pergi untuk pulang
dan berpulang atas kepergian
seperti aku. begitupun kamu

kita tak pernah benar-benar terpisah. kita tak pernah benar-benar mengalami perpisahan. Dunia terlalu sempit untuk menempatkan dua manusia di jarak yang berjauhan. Toh pada akhirnya kita bersua kembali. Dunia terlalu sempit bukan?
kau mengiyakan. aku mengangguk pasti. kita berjalan beriringan menuntas sepi. merekat tali yang sempat terputus--sebuah kisah yang pupus. kau menatap lekat-lekat, seraya berkata, 
"bisakah kita kembali, nona?"



                                         

Selasa, 15 Oktober 2013

saat-saat beranjak dewasa

Diposting oleh dita amalia di 05.59 2 komentar
saat-saat beranjak dewasa mungin seperti ini, ketika kita mulai mengenal suatu perasaan yang sulit dijabarkan. Ketika kita mulai merasa terusik ketika ada sosok itu lewat di pandangan mata

saat-saat beranjak dewasa mungkin seperti ini, ketika kita mulai  dituntut untuk berfikir lebih luas, belajar lebih giat, dan mulai menata masa depan, menentukan pilihan, dan meraih apa yang kita inginkan

saat-saat beranjak dewasa mungkin ketika kita berfikir untuk apa kita hidup. mengapa kita hidup. dan apa tujuan kita hidup. menurutku itu terlalu rumit

saat-saat beranjak dewasa mungkin ketika kita harus bisa membina kepercayaan, bisa berkomitmen. menghargai orang lain, mengalahkan ego, dan teguh pada pendirian.

untuk menjadi dewasa mungkin kita harus punya pemikiran yang matang. menerima semua konsekuensi di setiap pilihan yang kita pilih. planning yang kuat untuk bisa memperkirakan apa-apa yang kita butuhkan untuk menunjang kehidupan.

dan menurutku, dewasa itu sebuah pilihan..















aku belum siap menjadi dewasa...

Jumat, 13 September 2013

Tuan tanpa nama

Diposting oleh dita amalia di 06.24 0 komentar

halo, selamat pagi, bung! seruku. di pagi ketika matahari masih belum sepenuhnya menggelayut di celah langit.
ya. pagi. katamu. terus saja berjalan. terburu.

halo, bung! sapaku di ambang senja. ada tanda :) ini di wajahku.
hai. katamu. tanpa menoleh. terus saja berjalan. tergesa.

aku melihatmu menjauh. pergi. entah kemana aku nggak tau. selalu begitu ketika aku coba menyapa dengan sikap sesopan mungkin karena kau seniorku. karena kau seniorku.

dan kau acuhkan segala peduliku. lebih dari itu, kau sama sekali tak mendengar apapun yg terucap dari mulutku. aku cuma ingin tau namamu. itu saja. lebih dari itu mungkin aku akan lebih rajin mengorek informasi yang berkaitan erat tentang nama dari pemilik wajah gelap berbola mata besar.

pada suatu hari,
kau terkikik. saat kau melihat
ada yang salah dengan langkah kaki dalam langkah tegap maju yang tak bisa kukuasai.
aku oleng. bug! badanku bersentuhan dengan tanah. kau makin terkikik. kali ini terpingkal. temanmu yang disebelah mengikut--menatapku dan terkikik geli terbahak puas.
aku serta merta malu. entah wajahku sekonyol apa saat itu. belajar jalan?apa jadi model? gitu doang ga bisa! centil! teriakmu di kupingku.

kesal bertubi-tubi. dan
terimakasih sudah memuji,tuan berwajah gelap.. (!)






kini aku tau siapa namamu.

Rabu, 11 September 2013

si wajah vampire van....pire

Diposting oleh dita amalia di 06.04 0 komentar
halo jutek!
kita pernah saling bertatap muka dua bulan  lalu. dan kukira, yang kamu tampilin di wajahmu waktu itu cuma akting galak-galakan. dan ternyata kau itu galak beneraan-_- kalau boleh jujur, wajahmu lebih mirip seperti vampire,hiiiy....
wajah yang tirus, kulit kecoklatan sekaligus pucat, tatapan mata elang yang kaya kucing pake softlens, badan tegap, suara lantang aduhai. ciee...
awalnya aku bilang "wah tuh orang cool ya" eh ternyataaaaa juteknya beuh naujubileh.

dan di akhir acara saat itu suaramu serak dan nyaris habis hahahahaha sukurin!
dan kemarin, kita bertatap muka lagi. meskipun kayaknya kau gak pernah ingat siapa aku. tapi aku, ingat wajah vampiremu itu.





bisa ga sih kamu ulas sedikit senyum?


karna sebenenya. wajahmu yang kaya vampire itu...

jauh lebih ganteng kalo lagi senyum! hahahahawhef***^^&%%#@!$#%*(e^o_{cK

Rabu, 28 Agustus 2013

curhat lewat lagu tulus-sewindu

Diposting oleh dita amalia di 07.56 3 komentar
Sudah sewindu ku di dekatmuAda di setiap pagi, di sepanjang harimu
tepatnya setengah windu. hampir. aku merhatiin kamu mondar-mandir dengan tangan yang selalu terselubung ke dalam saku celana. aku mengekor gelayut kaki kanan dan kirimu yang terayun seirama detak arloji yang melingkar di tangan kiriku.
Tak mungkin bila engkau tak tahuBila ku menyimpan rasa yang ku pendam sejak lama

kamu ga mungkin tau, bung. perasaan seperti apa yang  meletup letup bermunculan waktu secuil pedulimu bikin aku terjaga semalam suntuk. udah sejak lama ko. tapi kamu ga sadar itu.

Setiap pagi ku menunggu di depan pintuSiapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
aku menunggu di depan pintu kelas, saat itu, dua tahun lalu. waktu punggungmu masih dengan leluasa bisa kulihat. waktu aku masih bisa melihat detail pada baju seragammu yang kedodoran. melihat jaket abu-abu mu. melihat wajah kusut sedingin es itu. memaklumi ulahmu saat diomeli guru. Dua tahun yang lalu....aku menyambutmu di depan pintu kelas. tersenyum lebar. satu detik, dua detik, lima detik. kau tak hiraukan aku.
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manisDi setiap pagimu, siangmu, malammu
kau tersenyum. seperti panas sekian puluh derajat yang bisa membuat perasaan yang tadinya beku ini meleleh. mencair tak berbentuk lagi. tak terjabarkan lagi. entah apa namanya perasaan seperti itu. kau pasti tau
Sesaat dia datang pesona bagai pangeranDan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
hahahhaa dia datang. sang pangeran nona drama itu datang. biar kuperjelas. bukan pangeran. dia itu nona drama yang  terang-terangan ingin mencuri pehatianmu, lewat tingkah centilnya, lewat celotehannya yang terkesan dibuat-buat, lewat segala cara yang bisa membuatmu menoleh ke arahnya. dia yang memberimu harapan dan berharap kelak kau akan memberikan harapan sebaliknya. Dia yang ingin jadi kekasihmusejujurnya, aku pun ingin.
Dan kau lupakan aku semua usahakuSemua pagi kita, semua malam kita
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Setiap pagi ku menunggu di depan pintuSiapkan senyum terbaikku agar cerah harimuCukup bagiku melihatmu tersenyum manisDi setiap pagimu, siangmu, malammu
Sesaat dia datang pesona bagai pangeranDan beri kau harapan bualan cinta di masa depanDan kau lupakan aku semua usahakuSemua pagi kita, semua malam kita
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis ku merayumuOh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Jujur memang sakit di hatiBila kini nyatanya kau memilih diatakkan lagi ku sebodoh iniLarut di dalam angan-angan tanpa tujuan

hahahahhahhaa. aku menertawakan diriku untuk kesekan kalinya. sadar atas ketololan yang beranjak menapak kedalam angan-angan damba hampa stadium akhir.

Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak akan lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menemuimu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
aku ga nunggu kamu di depan pintu kelasku lagi. cukup. aku ga bisa berbasa-basi membubuhkan kata-kata manis di setiap obrolan singkat kita. apa lagi mengobral bualan. cukup memperhatikanmu dari jauh. cukup melihat kakimu terayun menjauh. cukup. angan-angan itu hilang. seiring hilangnya bayangan punggungmu yang raib dibalik keramaian orang-- 


terimakasih, pernah mengisi kekosongan imajiku dalam waktu (setngah) windu C:
terimakasih, pernah mengisi kekosongan imajiku dalam waktu (setengah) windu,bung! C:

NB : yang warnanya oranye itu lirik lagunya tulus yang judulnya sewindu. kalian bisa download lagunya disini :)

Sabtu, 03 Agustus 2013

Taut Bayang

Diposting oleh dita amalia di 23.13 0 komentar


I follow you like a shadow. Although you never see me, I’ll always follow you like your shadow. Until you can love and leave me..



     Aku menganggap dia seperti tuanku.  Lelaki jangkung berhidung mancung. Aku selalu mengekor kemanapun dia pergi. Kadang aku merasa aku seperti bayangannya saja. Selalu mengikutinya. Terlihat hanya ketika ada terang. Dan lenyap ketika gelap tiba. Tapi aku tidak seperti itu. Aku ikuti kemanapun dia pergi. Ada atau tak ada terang, aku selalu berjalan di belakangnya. Mengikutinya. Melindunginya. Meskipun terabaikan. Meskipun terlupakan. Aku hanya sosok yang terdiri dari 3 vokal dan 5 konsonan ; bayangan. Aku menyebut diriku seperti itu walau kenyatannya aku ini manusia berakal seperti kalian. Diam-diam aku mengaguminya. Sebuah bayangan mengagumi tuannya, apa bisa?

     Kau sebut aku sebagai benalu : merugikan. Katamu, aku hanya seorang parasit yang hinggap untuk mengambil keuntungan tuannya. Tapi, selama ini, apa yang kuperoleh selain rasa membelenggu karena menunggumu? Aku menyangkal. Menyalahkan semua tuduhan. Aku bukan parasit, sangkalku. O iya kau bukan parasit. kau kan budak ku. Kau kan dayang dayangku hahahaha. Kau terbahak. Aku lebih terbahak. Menertawakan diriku sendiri.

     Aku tak pernah kapok untuk mengaguminya. Rasa itu tak pernah lenyap. Aku mulai mencandunya. Setiap hari aku merindunya. Selalu berdiam menunggunya. Dan yang aku lakukan hanya mengikutinya. Ia ke kanan, aku ke kanan. Ia ke kiri, aku ke kiri. Ia salah, aku selalu membenarkan. Aku benar, tapi selalu disalahkan. Fikiranku hanya berkutat pada Oliver,Oliver,dan Oliver. Aku tak pernah memikirkan diriku sendiri: Diandra, Diandra,  Diandra. Aku bahkan lupa nama itu. Yang bersarang di otakku hanyalah Darren Oliver. Bukan diriku sendiri. Diandra Tanna. Yang membayang-bayangiku untuk menjadi bayangannya hanyalah Oliver. Darren Oliver. Aku terlalu fasih untuk merapal nama itu. Aku terlalu ingat diluar kepala sampai nama itu memuntah acak beranak pinak menjadi titik-titik hitam yang bermukim di saraf-saraf otakku. Aku tak pernah bisa menjelaskan mengapa aku selalu menunggunya. Alasan mengapa aku selalu mengikutinya. Karna mengapa tak bisa dijelaskan secara pasti. Tak menghasilkan apa-apa untuk menjelaskan mengapa. Selalu tak bisa beralasan. Aku juga tak tau kenapa.

*
         
     Perasaanku hampir bertepuk sebelah tangan kalau saja aku tak terang-terangan mengutarakannya  pada Oliver. Saat itu senja mulai bersahut-sahutan dengan gelap. Ketika aku dan Oliver tengah berjalan-jalan sambil berburu ice cream di taman bermain yang penuh dengan anak-anak. Senja terlihat sempurna sore itu. Lembayungnya seperti memayungi aku dan Oliver yang berjalan memutari taman. Melihat riuhnya sekeliling.

     “Oliver?”

     “Ya,Diandra?”

     “Bagaimana perasaanmu saat ini?”

     “Seperti perasaanmu. Baik”

     “Aku suka padamu. Menurutmu… bagimana?” Aku menendang nendang kerikil di hadapanku. Semacam perasaan gugup tiba-tiba menyergap dan berkemul di tubuhku begitu saja.

     “Itu bagus. Karna aku juga suka padamu.” Ia menatap lurus ke depan. Membiarkan ice creamnya mencair dan menetes mengenai ujung kemejanya dan mendarat dengan sempurna di tanah.

     “Sungguh?” aku menengok dan melihat ujung matanya. Ia hanya melirikku dengan bola mata yang tersimpul diujung. Tanpa menengok kearahku.“Menurutmu?”
Aku meleleh. Seperti ice cream yang ada di genggamanku saat ini. Rasa manisnya melumer. Meninggalkan sedikit noda berwarna pink kecoklatan di rok putih selututku. Seketika aku merasa bahagiaa sekali. Seperti diterbangkan tinggi-tinggi ke langit yang kini sudah sepenuhnya hitam dengan awan mendung yang bergulung-gulung.

     “Ayo pulang.” Oliver menggandeng lenganku. Masih tanpa menatapku. Teriakan anak-anak melengking ke langit lepas. dan kaki-kaki kami melangkah menjauhi taman. Meninggalkan jejak yang mulai tersapu titik titik air hujan.

*

     Setiap malam sebelum terlelap, aku selalu memikirkan Oliver. Membayangkan wajahnya di gelap pejaman mata. Tak terlalu rumit untuk menghadirkan sosok itu dalam imajinasiku. Aku terseret pada lamunanku sendiri. Oliver itu makhluk yang indah. Seperti gugus bintang orion favoritku. Tapi aku bisa kapan saja membayangkan Oliver. Dimana saja. Bahkan ketika bersamanya pun aku bisa menghadirkan sosok khayalnya dalam khayalanku.

     “Kau harus menata hatimu, Diandra. Pilah dan pilih mana yang baik untukmu. Buang rasa yang merugikanmu.” Ujar Karla, sahabatku yang super sok tahu. Membuyarkan lamunanku siang ini.

     “kau ini tau apa tentang hatiku?” Aku mendelik.

     “Aku tahu selama ini kau sangat memuja Oliver”

     “Kalau iya memang kenapa? Ada yang salah?”

     “Jelas salah!”

     “Dimana letak kesalahanku, hah?”
     
     “Disitu.” Karla menunjuk dadaku. Perempuan itu menyentak hatiku. “kau terlalu membiarkan hatimu menahan rasa yang tak berguna. Kau terus membiarkan hatimu berlarut pada penantian tak berujung. Kau mau hatimu mati rasa karna terlalu berat menahan sesak? Kau rela membiarkan hatimu membusuk karna menampung rasa untuk Oliver?”

     “Penantianku pasti berujung bahagia,kau tau, tindakanku selama ini tak akan pernah sia-sia. Oliver bilang ia juga menyukaiku.”

     “Lelaki itu hanya membual.”

     “O ya? Apa maumu mengurusi urusanku, nona sok tau! ”

     “Sederhana saja. Cukup jauhi Oliver.”

     “Untuk apa?”

     “Untuk kebaikanmu.”

     “Tak akan pernah! Aku akan baik-baik saja kalau Oliver juga baik-baik saja”

     “Baik-baik saja? Apa maksudnya baik-baik saja? Pernah ga sih Oliver memikirkan perasaanmu?” Karla membentak. Aku diam memilih hemat bicara.

     “Tapi dia tak pernah. Dia itu lelaki tak tau diuntung!”  Lanjut karla dengan alis yang saling bertaut.Aku marah. Berani sekali dia menghina Oliver di depanku. Aku balik kanan bubar jalan. Memunggungi Karla dan bersiap untuk pergi.

     “Hey nona keras kepala! Sesekali, pergilah bercermin, untuk melihat betapa menyedihkannya dirimu!” Suaranya menggema menelusuri lorong-lorong kelas yang tak begitu kosong.

     Aku berlalu tanpa pandang haluan. Berlari sekencang-kencangnya. Terengah-engah menderap kaki bersentuh lantai. Aku mencari Oliver dan menemukannya. Ia duduk dengan mata memicing kearah depan. Aku mengikuti tatapannya. Yang ditatap adalah wanita berpostur langsing yang dikucir tinggi-tinggi. Aku tak peduli.

     “Oliver. Karla menghinaku. Ia bilang aku gadis menyedihkan.”  Nafasku masih memburu. “Ia bilang aku harus berkaca. Dia bilang aku tak pantas untukmu”

     Oliver menengok ke arahku yang sedang berdiri di depannya karna mengahalangi penglihatannya akan gadis berkucir tinggi.  Aku senang sekali Oliver sudi melihatku . Tak ada getaran yang lebih hebat selain ketika sorot mata itu menatap. “Kau memang tak pantas untukku.”  Bibirnya mengatup dan terkunci. Bola matanya membulat tapi menatap kosong.

     “Kenapa? Kau kan pacarku. Kau harusnya melindungiku. Kau harus bilang pada Karla bahwa aku bukan gadis menyedihkan”

     “Untuk apa aku bilang? Sejak kapan aku jadi pacarmu! Heh, nona, kalau berkhayal, jangan terlalu tinggi. Karna aku tau kau pasti tak akan sampai untuk menggapai itu semua. Hahaha. Kau memang gadis dungu menyedihkan ahahahahahaha pergi sana! Mukamu tak pantas untuk ditatap oleh  orang-orang normal dan bebobot sepertiku” teriak Oliver.

     Lututku lemas.

*

     Aku begitu kagum ketika melihat awan-awan di atas kepalaku. Langit yang membentang biru, burung yang berkaok-kaok, angin yang berhembus, sampai daun-daun yang  jatuh ke tanah. Betapa indah segala ciptaan tuhan, termasuk makhluk jangkung yang berjalan di depanku ini. Ia adalah salah satu ciptaan tuhan yang nyaris sempurna.

     “Sampai kapan kamu mau mengikutiku terus?” Aku berhenti melihat Oliver berhenti.

     “Sampai kau suka padaku.”  Aku berusaha menatap kedua bola matanya yang kecoklatan diterpa cahaya matahari. Tapi ia menghindar. Tak balas menatapku. Tak pernah malah.

     “Aku kan sudah suka padamu”

     “Iya, tapi bukan seperti itu saja, mmm, maksudku..”

     “Apa?”

     “hmm tidak. maksudku, sampai orang yang kau incar juga suka padamu”

     “Oke kalau gitu, kamu cari cara dong biar Raina suka sama aku”

     “Iya. Aku usahain.” Rasanya seperti ada palu godam menghujaniku bertubi-tubi tanpa berhenti. Dadaku tertohok dan semua rasa sakit berkumpul dalam dadaku tempat hati dilambangkan berada disana. Aku hanya mengulas senyum tanda semua akan baik baik saja sesuai dengan rencana. Iya, rencana membuat Raina bisa jatuh cinta pada Oliver. Bukan seperti rencanaku-bisa membuat Oliver benar-benar suka padaku. Kurasa itu bukan ide bagus.  Tak akan pernah jadi ide bagus.

     Aku memantas diri di cermin, melihat refleksi diriku. Pantulan itu seperti bukan aku. Lebih seperti halimun hitam lusuh membungkus diriku. Mataku menatap kosong. Ada hitam menggelayut dibawah mataku. Wajahku kusut. Rambutku semrawut. Badanku kurus kering tanpa banyak daging. Seperti bukan aku. Karena nyatanya aku baik baik saja. Aku selalu ceria. Aku cantik,kulitku mulus,rambutku bagus. Aku selalu baik-baik saja selama berjalan berdampingan dengan Oliver. Maksudku, berjalan di belakang Oliver. Cermin itu menipu. Yang disana itu bukan aku. Tapi…cerminan hatiku. Bukan topeng yang kupakai sehari-hari untuk menutupi lelah laraku menanti Oliver.

     Aku ini bodoh atau apa? Kenapa aku mau-maunya saja dibuat menunggu seperti ini? Kenapa dia berani sekali membuatku menunggu? Selama ini aku hanya tau dia juga suka padaku lewat kedua telingaku. Kata itu hanya keluar dari mulutnya saja. Tapi entah hatinya.. dia terlalu pintar karna sudah memperalatku. Atau, aku yang terlalu tolol karna sudah diperalat olehnya?
Aku terduduk menyandarkan punggungku di dinding kamar. Di luar tiba-tiba hujan. Langit mendadak kelabu. Betapa bodohnya aku selama ini. Betapa aku selalu menunggu orang yang terang sekali mengabaikanku. Tak inginkan keberadaanku. Mulai detik ini, aku berhenti menjadi pemuja nomor satu Darren Oliver. Aku ingin hidupku kembali seperti dulu.
*

Aku pergi dan berlalu. Benar-benar pergi. Berjalan sendirian sebagai diriku. Dengan bayanganku sendiri. Bukan sebagai bayangan Oliver. Hatiku benar-benar mati rasa. Kini dunia mulai berbalik. Oliver yang berusaha menjadi bayanganku. Ia mengejar kemanapun aku berlari. Ia selalu berusaha menyejajari langkahnya dengan langkahku. Tapi aku pastikan, ia tak mungkin bisa. Ia tak mungkin bisa membalikkan kenyataan segampang itu. Aku tak mau dunia kembali seperti semula saat aku yang selalu mengekor kemanapun Oliver pergi. Aku tak akan berbalik dan mengejarnya lagi. Aku tak mau menjadi bayangannya lagi. Biar dia saja yang merasakan tak enaknya jadi aku. Bodohnya jadi aku. Biar dia rasakan rasanya terabaikan.

***

     Tahun-tahun berlalu dan hidupku terasa lebih bebas tanpa bergantung dengan Oliver. Aku senang bisa melepas jabatanku sebagai bayangan Darren Oliver—Haha. Betapa tololnya aku saat itu!
Suatu hari di minggu pagi. Aku melihat sosok jangkung berhidung mancung tengah berdiri di sebrang jalan. Oliver. Darren Oliver.Seorang wanita menghampirinya. Tersenyum untuknya. Tangan mereka bertaut. Saling mengamit jari dengan cincin melingkar di kelingking. Wanita itu si kucir tinggi. Aku ingat siapa namanya. Raina Anjani. Yang mungkin kelak akan jadi nyonya Oliver.


     Aku berbalik dan kembali. Pulang. Tidak. Aku pergi. Selamat, tuan. Kau sudah dapatkan apa yang kau inginkan.

Kamis, 18 Juli 2013

aku melihatmu. Lagi.

Diposting oleh dita amalia di 06.15 2 komentar
dari jarak kurang dari beberapa meter, aku bisa mengenali sosok yang tak begitu jangkung dengan kulit kecoklatan itu. dengan bola mata hitam besar dan mulut yang hampir jarang mengulas senyum. iya, aku melihatmu lagi. tentunya dari sini. aku ga berani mendekat apalagi menyapa. canggung rasanya. aku malu pada teman-temanmu yang mulutnya tak pernah sopan untuk mengolok-olok perempuan.
he-em. aku terlalu cupu untuk bergabung dengan kelompokmu. aku... cukup memberi gelar diriku sebagai, pengagum.

mata dengan bola hitam menganga mu itu yang mengusikku. seperti magnet. ingin rasanya terus menatap. lekat-lekat. tanpa dibebat. tanpa banyak debat.
dan nyatanya matamu tak juga balik menatap mataku. kedua mata indah bola pingpong  itu selalu terfokus ke satu titik. terpaku pada sepasang mata yang lain. mata dengan tatapan teduh. mata milik seorang perempuan dengan rambut hitam tergerai. matamu tak penah lengah menatap mata teduhnya. dari kejauhan.

aku menatapmu. dan kedua matamu tak lepas menatap sepasang mata perempuan itu. kita sama-sama mengejar. tidak. bukan mengejar. kita sama-sama berharap. kita sama-sama menatap apa yg seharusnya tidak kita tatap. semuanya tak berbalas.
aku menunduk. lalu mendongak. ingin menatap sekali lagi. sepasang mata itu,ah.... terlalu indah memang.



Selasa, 09 Juli 2013

bolehkah saya tahu namamu?

Diposting oleh dita amalia di 20.28 2 komentar
dari kakiku berpijak, aku sudah menerawang lewat kacamata minusku. melihat sesuatu diujung sana yang entah kenapa sangat mengusik. sosok itu,mirip.... ah... entahlah...
aku menatap terpaku ke satu titik : matamu. aku mata-matamu yang selalu memata-matai matamu.
i look into your eyes then i think i see you lookin back. iya, kurasa manik matamu juga menatapku. dan, kurasa aku terlalu ke-geeran ya?

aku mencari dan dengan cepat aku menemukanmu. sosokmu terlalu mudah untuk ditemukan. tapi deretan huruf di kertas dengan tali yang mengalung dilehermu yang sulit untuk kubaca. huruf A sampai Z yang mengacak menjadi namamu.

kau terlalu sopan untuk jadi berandal, bung.  tapi tampang luarmu tampak terlalu seperti don juan. dan nyatanya kau tak seperti itu. kau...menarik. dan aku suka, entah kenapa.
dan aku cuma bisa memandangmu dari sini, sambil mencari adakah celah untuk mataku bisa membaca sederet kata itu.






bolehkah saya tahu namamu, kang?
izinkan saya menatap matamu lagi..

Sabtu, 15 Juni 2013

mendadak galau

Diposting oleh dita amalia di 20.34 0 komentar
gatau kenapa hari ini aku tiba-tiba galau. mungkin akibat flashback berdurasi 3 menit lewat 36 detik tadi. curhat dikit boleh ya? entah aku tiba-tiba keingetan sama orang yang dulu pernah ngirimin aku lagu. judulnya menjelang hilang. lagunya closehead. yang liriknya kaya gini...

"Awal yang tak pernah hilangtlah kusimpan di lubuk hati terdalamhati mana tak terlukamelawan harapan menjelang hilang
selama aku bernafasselama aku mampu melihat terang kehidupanakan ku kenang dirimutak kan kulupakan kamupasti kan slalu ku kenang
kerap sudah kulihat.. menjelang hilang...."
dan entah kenapa,aku beneran mendadak galau. dan entah kenapa aku tiba-tiba inget orang itu. rawr.

Kamis, 13 Juni 2013

awan-awan itu

Diposting oleh dita amalia di 19.59 0 komentar
ketika melihat awan itu, rasanya tenang sekali. seperti semua penat lenyap sudah.
awan yang putih. kadang tebal seperti permen kapas. menggumpal. manis. seperti memanggil, "kemarilah.. berbaring di atasku sejenak.."
kadang juga tipis. hanya serabut-serabut halus pemanis langit.

menatap awan adalah sebuah ketenangan tersendiri buatku. ia mampu menenangkan hati yang penuh amuk. ia membuat hati nyaman dari segala beban.
dan ketika menatap awan di sore yang cerah ini, sepintas aku melihat wajahmu...

Rabu, 05 Juni 2013

selamat ulang tahun!

Diposting oleh dita amalia di 20.03 0 komentar
Selamat ulang tahun buat yang kedua kalinya ya (buat yang ga pernah keucap:’))

Hey, selamat ulang tahun ya.. maaf aku ga ngucapin ke kamu (lagi). Hehe. Kenapa? Ga usah heran. Aku hebat ya bisa selalu inget tanggal ulang tahunmu?hehehe. tunggu, jangan kegeeran dan ngira aku masih suka kamu loh

Selamat ulang tahun ya.. maaf aku ga bisa ngucapin secara langsung kaya waktu 2 taun lalu. Karna aku tau posisi aku sekarang Cuma sebagai apa. Ga kaya waktu dulu.
Semoga apa yang kamu inginkan, bisa tercapai. Aku Cuma bisa berdoa dari sini. Sorry atas kecemenanku yang ga berani ngucapin happy birthday secara langsung.




Karna aku malu…


And cause I know that we are never ever ever getting back together, dear….


Selasa, 04 Juni 2013

i think, love is..

Diposting oleh dita amalia di 04.29 2 komentar
cinta itu sederhana. melepasnya ketika cinta terlambat pulang. mengikhlaskan ketika cinta cepat pergi. merelakan ketika cinta itu berpaling.

cinta itu buta. karna cinta ga memandang apa-apa kecuali diri kamu yang apa adanya. bukan ada apanya. bukan tentang apa yang kamu punya. tapi apa yang ada di diri kamu.

cinta ga bisa menjelaskan bahwa ia cinta. karna ga ada alasan untuk itu...
dan cinta itu menunjukkan bahwa ia cinta. bukan cuma omong kosong belaka. kata-kata tidak menjamin bahwa ia cinta. kata-kata cuma perwakilan dari perasan yang kamu punya. bukan jaminan.

dan yang terakhir; cinta itu melumpuhkan-sekaligus menguatkan. tanpa cinta, kamu ga bakalan ada di dunia ini dan merasakan cinta itu sendiri...


Selasa, 28 Mei 2013

selalu beralur

Diposting oleh dita amalia di 08.17 0 komentar
seperti cerita. setiap hidup pasti memiliki alurnya sendiri. setiap kisah punya jalannya masing-masing. entah jalan itu mulus, atau berbatu. entah jalan itu menurun atau menanjak. entah jalan yang kita lalui itu sama, atau berliku-liku yang kadang membuat kita tersesat di dalamnya.

cerita itu terlalu indah buat di ingat. tapi terlalu sakit buat terulang. jadi,apa lagi sekarang? membiarkan hidupku tanpa alur? tapi, apa bisa?
aku selalu berfikir, bagaimana jika hidup tanpa alur? mungkin tak akan ada kisah seperti kisah kita. seperti terbelenggu oleh waktu saja ya? tapi entah, aku belum berangan sampai sana.

hidupku selalu beralur. dan yang aku butuhkan hanya sebuah akhir. akhir yang terlalu sering di sebut sebut dalam dongeng ; "And they lived happily together ever after" 
aku ingin hidup yang seperti itu. hidup-bahaiga-selamanya. aku ingin ceritaku seperti yang dikisahkan di negeri dongeng. di negeri para peri. di negeri para penyihir.
Tapi hidup terlalu realistis. hidupku terlalu amat melingkup pada kenyataan. meskipun hidup itu sendiri memang hanya sekedar drama. siapa mencintai siapa. siapa menyakiti siapa. 

aku ga menyalahkan hidup. aku juga ga menyalahkan tuhan. rasanya terlalu tabu jika membawa-bawa nama tuhan disini. aku cuma ingin bahagia. itu saja. bahagia menurut caraku sendiri. dan menurut caramu, kelak.

dan semoga alur hidupku berjalan sebagaimana mestinya. hidup dalam keberuntungan, dan bahagia...

Sabtu, 25 Mei 2013

tersesat

Diposting oleh dita amalia di 21.27 0 komentar
aku hilang arah. sepertinya aku tertelan gelap. hey, tolong nyalakan lampunya. aku jangan kau buat buta. aku jangan kau buat kelimpungan :(

aku menunggu dan kau tak kunjung datang. hey, aku tersesat. beritahu aku jalan. aku  harus beranjak kemana? disini gelap. tak ada sinyal terang.
tolong. kumohon. ada seseorang disana berusaha menyingkirkanku. tapi aku takut ia jahat. ia kekasihmu,tak salah lagi kan? Tebakanku selalu benar.




aku sedang berada di hatimu dan aku tersesat. Bisakah kau membantuku keluar untuk pindah ke hati yang lain?

Sabtu, 11 Mei 2013

menatap senja

Diposting oleh dita amalia di 07.43 1 komentar













kau tau kan ibu, aku sangat menyukai senja

ya aku tau pasti. seberapa suka kau pada senja?

aku lebih dari suka padanya. aku mencintainya! hahaha

kenapa kau begitu mencintai senja?

karna ia cantik

secantik apa sih?

secantik ibu. kecantikannya membius

hmm... tapi kau tak kalah cantik

tidak bu. lebih cantik senja. kecantikannya abadi

kau ini bodoh. senja itu tak akan pernah abadi. malam akan menyeret dan menggantikannya. Kau sadar? menatap senja itu menyakitkan

menyakitkan?

Menyakitkan ketika kau harus mengucap pisah pada senjamu. dan merelakan malam menggantikannya. ya. ia rela diseret gelap untuk menguar hitam diatasnya. Ia rela mengalah

Tapi ia akan kembali keesokan harinya

Tapi apa keindahannya akan tetap sama?

Entah bu. senja memang selalu sama kan? senja memang selalu jingga kan?

Nak,dengar, kau bisa saja berkata kau mencintai senja. tapi senja itu singkat. sebagaimana pertemuan berujung pisah. dan ketika ia kembali, ia tak akan sama lagi. seperti dua orang yang lama berpisah dan dipertemukan kembali. akan beda rasanya

seperti ayah yang meninggalkan ibu?

seperti ketika kau bertemu seseorang yang kau sayangi dan orang itu meninggalkanmu. sakit bukan?

sakit sekali

dan rasa sakit bukanlah hal yang cukup indah

Tapi senja itu indah bu. aku selalu tenang ketika menatap senja

ya, tapi jangan sampai kau terbuai olehnya

aku tak hanya sekedar terbuai bu. aku sudah mencandu

awalnya memang candu, ketika kau merasa senja balas mencintaimu. tapi nyatanya, senja telah menaklukanmu

seperti ayah yang telah menaklukan ibu. dan pergi begitu saja meninggalkan kita. dengan orang lain. begitu kan maksud ibu?

sudahlah. mari masuk. angin sore tak baik untuk gadis kecil ibu ini

Kamis, 09 Mei 2013

seribu burung kertas

Diposting oleh dita amalia di 19.10 0 komentar
kau bilang, jika aku membuat seribu burung kertas, tuhan akan mengabulkan pintaku.
tapi ibu bilang, itu hanya mitos. ibu bilang aku tak boleh percaya pada gadis aneh sepertimu. Tapi aku selalu percaya padamu.
Kau harus tau, setiap hari kertas-kertas itu kulipat, dan di setiap lipatannya, aku memohon pada tuhan agar kau kembali. tapi, tuhan tidak mendengar doaku. hmm, mungkin belum.

kau bilang, jika aku membuat seribu burung kertas, harapanku akan terwujud. tapi mana? aku sudah membuat seribu burung kertas tapi tuhan masih tak mau mendengarkan doaku. Toh harapanku cuma satu. kau bisa bermain denganku lagi. kau tak perlu diam membusuk di dalam peti.

ibu benar. aku tak perlu percaya padamu. seribu burung kertas tak mampu membuatmu kembali..

Diposting oleh dita amalia di 18.56 0 komentar
kalo emang dia masih nempel di hati kamu, aku ga berhak nyingkirin dia. Biarin dia menghilang dengan sendirinya. Dan mungkin itu butuh waktu. Gapapa ko aku bakal nunggu sampe dia bener-benr pergi ;)

Senin, 29 April 2013

setengah jam yang lalu..

Diposting oleh dita amalia di 21.06 2 komentar
setengah jam yang lalu, suara itu masih aku dengar di ambang telpon. suara itu jelas suaramu.
suara itu berkata, kau akan pulang telat. kau bilang, kau sedang tak enak badan. dan kau bilang kau akan baik-baik saja. tapi aku khawatir. aku bilang, cepatlah pulang, kami semua menunggu. tapi kau malah membentak. kau bilang kau benar-benar tak apa-apa, aku tak usah menghawatirkannya. Kau memang keras kepala. Kau memang tak pernah menghargai rasa peduliku.

Aku tutup gagang telpon itu. aku mengumpat dengan umpatan kasar. aku kesal sekali. aku berlari menaiki tangga menuju kamarku

Telpon berdering lagi. mau tak mau aku harus mengangkat gagang yg tadi kubanting.
Halooo....
Suaraku datar. kupingku menangkap suaramu lagi. ada apa lagi?,kubilang. ia sempat meminta maaf karna telah membentakku tadi. Ia bilang ia akan pulang sekarang juga. terserah lah. aku sedang malas menerima kata maaf. kuletakkan kembali gagang telepon walaupun suara itu masih mengiang. aku tau itu tak sopan. tapi, sudahlah, mood-ku sedang tak bagus hari ini.

Aku menaiki tangga lagi menuju kamarku. aku ingin berbaring. kuputuskan untuk memejamkan mataku. tapi aku tak bisa tidur. padahal, siang ini sedang hujan. waktu yang sangat pas untuk tidur. aku menggulingkan badanku kesana kemari tapi tetap aku tak bisa tidur. mataku memang terpejam. tapi fikiranku tidak.

masih dalam keadaan terjaga, terdengar suara ibu berteriak-teriak dibawah sana. meneriaki namaku. "Luyza....Luyza..." aku segera turun kebawah. aku berkata, ada apa bu?. ibu lalu memelukku erat. tampak sesengukan dengan airmata berderai. aku bingung. kulepaskan pelukan ibu. dan bertanya lagi, ada apa,bu?
ibu terus menerus menangis. dan aku terus menerus dibelenggu rasa bingung. "Ayahmu..."
"Ayah kenapa,bu?" 
"Ayah kecelakaan, waktu hendak pulang kemari" ibu menangis lebih kencang
"APA?? tapi tadi ayah menelponku.." ibu memelukku lagi. seketika aku menangis di pelukan ibu. aku tak habis fikir...

suara itu... suara yang ketika setengah jam lalu membentakku. suara yang tadi kuabaikan. Tapi, di detik ini,pemilik suara itu udah ngga ada lagi di dunia. suara itu udah pergi keatas sana

selamat jalan yah.. suara di gagang telepon itu.. selalu terngiang dengan jelas. suara dari mulutmu yang terakhir kali kudengar.  Suara dari seseorang yang sangat keras kepala. yang setengah jam lalu sempat kubenci. yang detik ini sangat aku sesali. yang dalam perbincangan tadi kuabaikan, yang saat perbincangan terakhir kudengar sayup-sayup suara itu berkata, "... ayah mencintaimu"
dalam hati aku menggumam, aku juga mencintaimu ayah....maaf atas sikapku yang tak sopan tadi...
dan aku yakin tuhan akan menyampaikan kata-kataku ini padamu,ayah

Sabtu, 20 April 2013

Diposting oleh dita amalia di 16.36 0 komentar
sebetulnya, banyak alasan untuk membenci orang. tapi, alasan terbaik adalah bagaimana cara kita untuk mencegah timbulnya kebencian itu sendiri

Jumat, 19 April 2013

perfect-kolis

Diposting oleh dita amalia di 00.04 0 komentar
Dunia kita beda. kamu si perfeksionis. aku si melankolis. kamu si sempurna dan aku si pemurung. apa jadinya kalo kita jalan bareng? kaya si anak itik buruk rupa jalan sama angsa emas yang dipuja-puja

udahlah, kamu sama dia aja. sama sahabatku. dia cantik,pinter, baik hati, populer, primadona. kurang apa lagi? kalian kalo jalan berdua serasi ko. aku dukung deh. banyak ko yg suka kamu. temen-temenku juga banyak yang jadi "para pemuja" kamu tuh. haha. maaf ya, temen-temenku emang lebay.

serius deh. hanya karna aku jelek bukan berarti kamu bisa gampang ngedeketin dan nginjek-nginjek aku gitu aja. kamu salah sangka, man




Rabu, 17 April 2013

seseorang bernama alfan

Diposting oleh dita amalia di 01.55 0 komentar
ceritanya pasti bakal beda kalo kita ga ketemu di tempat itu..

Pertama, waktu itu aku fikir kamu cowo normal biasa yg suka nyekil cewe sana-sini
Kedua, aku sempet nge-cap 'nih cowo belagu'
Ketiga, Aku sempet ngeremehin kamu. sempet bilang, "Apaan sih nih cowo. so kenal banget"
Keempat, ternyata hal itu yang bikin aku mulai ngerasa nyaman dan bikin kita saling kenal
Dan lama kelamaan aku sadar. kamu mirip orang di masa lalu

Iya, kamu mirip mantanku Fan...

Salah kalo aku bilang aku ga suka kamu
Salah juga kalo aku sampai suka sama kamu Fan..

Aku cemburu waktu kamu deket sama cewe itu. Waktu kamu memperlakukan cewe itu dengan lembut, dan kamu bilang; "Mau pulang? ayo bareng." Dan cewe itu senyum,terus ngangguk. Aku ngiri Fan, waktu kamu ajak dia pulang bareng.. Dan cewe itu kayaknya bahagia banget bisa jalan barengan sama kamu
Dan aku ngarep. Kenapa bukan aku yang ada di posisi cewe itu. Kenapa bukan aku yang jadi cewe kamu.

Alfan, aku suka kamu. kamu ngingetin aku sama dia.dia yang pernah bilang suka ke aku. dia yang dulu jadi pacar aku. dia yang sekarang udah jadi pacar orang. Dia yang ga mungkin bisa balik lagi

aku tau ko. kamu ga mungkin ninggalin pacarmu buat aku kan? aku tau itu. kamu cowo baik-baik. kamu cowo yang tanggung jawab Fan. kamu setia. Ga mungkin kamu putusin pacarmu dan ngikutin egoku. haha. ga mungkin ya.

Kamu pernah bilang, "Aku bukan dia dit. aku bukan mantanmu. dia itu ya dia. aku, ya aku. mungkin aku sama dia ditakdirkan mirip. Tapi bukan berarti aku sama kaya dia kan? bukan berarti aku harus gantiin dia buat jadi pacar kamu. aku cuma orang yang mirip mantanmu"

Itu yang bikin aku kagum.

Tapi aku sadar ko. aku harus pindah hati. ga boleh terlalu lama terpaku sama apapun yang mirip sama masa lalu. Dan yang harus aku lakuin cuma berhenti mikirin egoku buat ngedapetin kamu. ya, itu harus







p.s : Alfan itu bukan nama sebenarnya*




Rabu, 10 April 2013

dia=kamu

Diposting oleh dita amalia di 04.44 0 komentar
orang itu mirip banget kamu ka..
dari penampilannya, cara dia ngomong, cara dia ketawa, cara dia berkutat sama rumus-rumus
entah kenapa aku ngeliat kamu di diri dia. aku jadi inget kamu
tapi aku yakin dia ngga sebrengsek kamu. dia pasti lebih baik,aku yakin
aku juga yakin dia lebih bisa menghargai perempuan

boleh ngga aku suka sama dia? dia yg jelas-jelas mirip banget kamu..



Selasa, 26 Maret 2013

someone like jaden

Diposting oleh dita amalia di 01.23 1 komentar
i find someone like jaden! yeay! tapi dia versi putih. haha
ga ada yg tau sih siapa dia. ya paling temen terdeket aku aja :P
dia lumayan ganteng. ya, look like jaden lah kalo diperhatiin. kalo diliat sekilas juga (tapi kulit dia putih).  dari gayanya tuh keliatan. matanya sama mulutnya juga mirip. tapi dia mirip jaden pas masih kecil (umur 12 taun) waktu rambutnya masih dikepang-kepang unyu gitu. pas lagi main di film karate kid. Terus aku juga nemu orang yg mirip jaden pas masih umur 12 taun lagi. tapi dia cewe. pake kerudung. item manis sih mukanya. lucu kaya jaden. hihihi :3
 tapi kalo jaden yg sekarang-yg udah gede-mirip..... siapa ya?aku belum nemu. hehe

ini kalo diperhatiin mirip orang itu :p

ini senyumnya manis banget loh

Jumat, 22 Maret 2013

tak tersampaikan

Diposting oleh dita amalia di 22.58 4 komentar
aku menyayangimu. begitu seterusnya sampai aku lupa bagaimana rasanya menyayangi
aku selalu diam-diam iri. pada sosok yang selalu berjalan bersamamu
sadar bahwa dia wanita yang nyaris sempurna

karna itu. aku hanya bisa memendam

yang aku lakukan hanya sekedar berharap
berharap mendapatkan secuil pedulimu
sayangnya,hatimu tak menghendaki kedua matamu untuk melihat aku
mata maupun hatimu masih setia pada satu titik. : kekasihmu

tapi aku hanya memendamnya. tanpa mendendam. sungguh

Jumat, 15 Maret 2013

pulang

Diposting oleh dita amalia di 09.04 0 komentar
embun tak luput menyemai pagi
malam tak lengah menjaga gelap
siang tak lelah menghampar terik
dia? tak sabar dia menunggu kau

hujan, tak kuasa ia menumpah deras
angin tak lengkap bila tak ada dingin
dan terik tak akan sama bila tak ada panas
dia, tak bisa menunggu lebih lama lagi.


ia datang setiap hari. menanti sebagaimana embun terbungkus halimun meniti fajar


ia masih terjaga dalam lamunan meskipun malam telah habis terkikis gelap

dan ia masih disini. menunggu persemaian pagi sehabis hampar gulita. walau ia tau, halimun akan habis termakan terik

ia selalu ada dalam hujan walau butirnya tersapu angin dalam rengkuhan dingin.
sampai ia tak peduli akan dirinya sendiri karna sibuk dengan menunggumu.



kapan kau pulang? kapan kau akan peduli?





teringat

Diposting oleh dita amalia di 08.33 2 komentar
aku mengingat dia tanpa sadar. wajahnya terbentuk perlahan. tampak jelas. oh, ternyata ia masih tak mau pergi dari fikiranku. ya, laki-laki itu masih terus kuingat walau mungkin ia sudah tak ingat aku.
terlalu banyak perempuan yang mampir di hatinya. wajar kalau dia tak ingat aku. toh aku memang pantas untuk dilupakan. masih banyak perempuan lain yang patut ia ingat. sahabatku sendiri, misalnya



Jumat, 08 Maret 2013

Ron & Hermione

Diposting oleh dita amalia di 20.47 0 komentar


suka harry potter? tau tokoh ron sama hermione kan? keren ya mereka...ron si tukang ngelucu sama hermione si kutu buku. ron yang konyol dan hermione yang serius, ternyata mereka bisa saling suka. sifat mereka yg bertolak belakang bisa melengkapi satu sama lain ya ternyata. keren. hehe


Hermione Granger

Ronald Weasley



aduh kaya sinetron aja ya ini


liat deh. hermione care banget kan sama ron.

lucu ya. ini waktu mereka pertamakali syuting




cieeee.. ron lirik-lirik hermione. hihi
Ron, terpaksa banget ya kayaknya pake baju dansa ini haha. dia bilang  "Ini pasti bukan buatku. ini punya nenekku Tessy! ini baju purba!" hahahaa

"isn't she hermione granger?"

Ron cemburu sama hermione karna dia dansa bareng victor krum. Hermione nangis gara-gara Ron ga berani ngajak Hermione dansa. duuuh



Ternyata, ga semua perbedaan jadi penghalang untuk mencintai satu sama lain. justru, perbedaan-lah yang bikin kita bisa melengkapi satu sama lain. contohnya ya kaya kisah cinta Ron sama Hermione guys! hehe


 

Chocodit Escape Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos