Selasa, 22 Oktober 2013

Rindu yang terbayar

Diposting oleh dita amalia di 06.01 5 komentar

Aku menjumpaimu. masih sama seperti ketika kita saling mengucap selamat tinggal dulu. seperti ada jarak yang membentang di kedua benak masing-masing. kau bilang kau rindu. begitupula aku. lama sekali kita tak bersua. berapa lama? setahun?dua tahun?empat tahun?atau sewindu? kau mulai mengingat.

kita berjumpa lagi. Di sudut dimensi yang masih sama, kau masih mengingatku. begitupula aku. kita saling menatap tanpa bicara. bergumam tanpa suara. terbesit kenangan. Ada kejutan. Ada debaran. Ada rindu yang terbayar.

seperti menjumpa pisah
seperti memisah temu
seperti pergi untuk pulang
dan berpulang atas kepergian
seperti aku. begitupun kamu

kita tak pernah benar-benar terpisah. kita tak pernah benar-benar mengalami perpisahan. Dunia terlalu sempit untuk menempatkan dua manusia di jarak yang berjauhan. Toh pada akhirnya kita bersua kembali. Dunia terlalu sempit bukan?
kau mengiyakan. aku mengangguk pasti. kita berjalan beriringan menuntas sepi. merekat tali yang sempat terputus--sebuah kisah yang pupus. kau menatap lekat-lekat, seraya berkata, 
"bisakah kita kembali, nona?"



                                         

Selasa, 15 Oktober 2013

saat-saat beranjak dewasa

Diposting oleh dita amalia di 05.59 2 komentar
saat-saat beranjak dewasa mungin seperti ini, ketika kita mulai mengenal suatu perasaan yang sulit dijabarkan. Ketika kita mulai merasa terusik ketika ada sosok itu lewat di pandangan mata

saat-saat beranjak dewasa mungkin seperti ini, ketika kita mulai  dituntut untuk berfikir lebih luas, belajar lebih giat, dan mulai menata masa depan, menentukan pilihan, dan meraih apa yang kita inginkan

saat-saat beranjak dewasa mungkin ketika kita berfikir untuk apa kita hidup. mengapa kita hidup. dan apa tujuan kita hidup. menurutku itu terlalu rumit

saat-saat beranjak dewasa mungkin ketika kita harus bisa membina kepercayaan, bisa berkomitmen. menghargai orang lain, mengalahkan ego, dan teguh pada pendirian.

untuk menjadi dewasa mungkin kita harus punya pemikiran yang matang. menerima semua konsekuensi di setiap pilihan yang kita pilih. planning yang kuat untuk bisa memperkirakan apa-apa yang kita butuhkan untuk menunjang kehidupan.

dan menurutku, dewasa itu sebuah pilihan..















aku belum siap menjadi dewasa...
 

Chocodit Escape Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos