Jumat, 01 Mei 2015

kepada hujan, kepada angin, kepada sesiapa

Diposting oleh dita amalia di 02.30 0 komentar

                Mendung yang bergelayut mungkin tau seperti apa buncahnya hati yang serba salah. Abu abu kelabu yang tak berarti apa-apa. Ada sesuatu yang bergejolak ingin meluap keluar. Terlalu sakit,memang. Sudah terlanjur,memang. Segala pertahanan diriku luntur. Aku tak bisa menopang tubuhku sendiri. Dan apa boleh untuk kali ini, aku menangis?


              Orang-orang pergi melengang keluar. Seperti tanpa dosa. Wajahnya yang berseri-seri. Hatinya yang berbunga-bunga itu, membuat sesuatu yang berkecamuk ini ingin segera tuntas kukeluarkan. Terlebih ketika orang- orang yang lain itu makin membuat suasana menjadi kian panas. Aku benci untuk bilang ini. Aku pun enggan untuk melakukan ini. Tapi apa daya, hati memang diciptakan untuk merasa. Akhirnya ganjalan itu keluar juga. Mataku mulai panas. Di dada rasanya meletup-letup. Itu mengalir begitu saja. Dan hujan pun turun…… perpaduan yang pas. 
Setelah sekian lama aku pendam semua sesak semua rasa tentang apapun tentang sesiapa, kali ini Aku benar-benar menangis...





-

Diposting oleh dita amalia di 02.05 0 komentar
Akan kusampaikan semua keluh kesahku di udara.
agara angin membawanya pergi. terbang. jauh.
menghembus hempaskan menjadi serpihan-serpihan kecil supaya tak bisa kau ambil.

Karena cukup untukku sendiri.

 

Chocodit Escape Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos