Sabtu, 17 Mei 2014

The boy who wear a glasses

Diposting oleh dita amalia di 06.54 0 komentar
I see the boy with his glasses
staring at me as fast as I go
me too. wearing a glasses
But he didn't. Something wrong
Where his glasses were gone?
Sinichi, where did you go?
Ran is waiting for you
Come back, tell Ran that you love her. Tell Ran that something's happened to you. Tell me boy
Where did your glasses were gone?
because i can't see a black frame put around in your eyes again
Something is missing.




Jumat, 16 Mei 2014

Gara-gara duduk di belakang

Diposting oleh dita amalia di 05.51 2 komentar
Jumat yang suntuk
aku duduk dibelakang
aku dan teman sebangku.
jumat tadi ada ulangan pemrograman mendadak
aku yang ngga mengerti sama sekali
cuma duduk melongo sambil mengerjapkan mataku yang memang sudah miopi
duduk di paling belakang membuat soal yang ditampilkan di papan tulis lewat infokus tampak begitu buram
salahku kenapa memilih tempat duduk disitu
awalnya soal-soal itu tak mudah kupahami tapi setelah dicoba diutak-atik ternyata jawabannya ketemu
Tapi ternyata, aku salah soal
sampai akhirnya nilai ulangan pemrogramanku pun 0.

penyesalanku memilih duduk di belakang pun tak berhenti sampai disitu.
lanjut jam pelajaran ketiga aku pun harus mengikuti ulangan sistem komputer.
cara ulangannya pun sama; ditampilkan lewat infokus
aku dan pandanganku yang tampak blur harus mengejakan soal-soal itu pada teman sebangku yang juga bermata minus dan-yah kacamatanya hilang
Kita sama-sama kalang kabut kala mengerjakan soal yang terpaku oleh waktu pengerjaan yang sudah ditentukan
Soal-soal itu terlewat-lewat meskipun akhirnya terjawab dalam nomor yang terbalik atau tertukar
alhasil, aku harus mengikuti remedial (lagi) karena nilaiku jeblos dibawah KKM


 

Iini Jumatku. Bagaimana dengan Jumatmu?

16/05/14

Rabu, 07 Mei 2014

seventh day in the month of may

Diposting oleh dita amalia di 07.16 0 komentar
aku ingin mengucap 3 patah kata itu
buatmu yang sedang berbahagia disambut angka 17 tahun
biar, aku ucapin kata itu meskipun kamu ga ngucapin itu 1 bulan lebih 1 hari yang lalu buatku
aku menunggu saat ini. saat aku bilang 3 kata itu dan kamu balas dengan ucapan terimakasih
karna itulah satu-satunya kesempatan dimana aku bisa ngetik sesuatu yang langsung bisa dibaca sama kamu



Happy birthday. Happy birthday my dearest evergreen. Happy sweet seventeen. I hope that you become a real man. I pray that your dream, and what are you hoping for will come true. Happy growing up for getting older. Love you as always 





selamat ulang tahun.
semoga belum terlambat

07/05/14

Minggu, 16 Maret 2014

ever, green

Diposting oleh dita amalia di 09.01 0 komentar
kalo ditanya kenapa, aku gatau harus jawab apa.
aku... gatau kenapaku suka dia.
aku juga gatau, buat apa aku nungguin dia selama ini?
padahal, apasih istimewanya dia sampe-sampe aku kuat mendem perasaan yang kekanak-kanakan ini?
ah
setiap ditanya : "Kamu suka siapa sih Dit?"
aku jawab, aku suka dia. si anak bercelanhijau itu loh. cemara

Tapi tapi, aku udah ga suka
tapi pas inget, pas liat,
aku jadi suka lagi.
ah

kenapa? aku jadi candu menunggu? orang yang jelas-jelas, aku sendiri nggak tau, untuk apa dia ditunggu.



"after all this time?"
                                 "after all this time?"
                                    
"always" I said


:)

Diposting oleh dita amalia di 07.54 0 komentar
alisnya bertaut tebal seperti rendengan ulat bulu
Bibirnya setipis diameter mulut ikan koi
Hidungnya setajam pensil faber castle yang baru saja kuraut tadii malam

aku pengen ngeliat ke belakang. Tapi aku takut.
Semangat ya, latihanny
:)

Kamis, 13 Maret 2014

aku butuh teman

Diposting oleh dita amalia di 08.22 4 komentar
aku butuh teman yang klop

Yang bisa diajak kompromi
yang ketika bareng dia aku bisa jadi diriku sendiri
Yang bisa saling ngerti satu sama lain
Yang selalu ada buatku
Yang bisa diajak gila
Yang kemana-mana selalu barengan (tanpa ditinggal)
Yang like a twin. serupa tapi tak sama
Yang ga masalah menghabiskan waktu dengan ngobrol semalam suntuk
Yang solider. ga egois
Yang ga mengabaikan ketika aku ingin cerita
Yang mendengarkan ketika aku bicara
Yang sudi kutemani waktu dia nggak butuh siapa-siapa
Yang rela berbagi denganku
Yang memiliki beberapa kesukaan yang sama denganku
Yang memaklumi waktu aku menggilai sesuatu
Yang bisa menghargai dan saling peduli
Yang mendukung
Yang mengingatkan kalau aku salah
Yang menghargai pendapatku
Yang melengkapi
Yang ketika ada dia, aku ga butuh siapa-siapa lagi
Yang menepati janji
Yang ga pernah bohong ; sekecil apapun kebenarannya, dia tetep bicara jujur
Yang rela bahunya kujadikan sandaran ketika aku merana
Yang sederhana ; tak perlu cantik, tak perlu kaya, tak perlu populer--toh aku juga nggak seperti itu. yang penting dia selalu ada buatku
Yang nyaman. Yang ketika barengan, kita sama-sama ga ngerasa canggung lagi
Yang ga perlu saling iri dan menjatuhkan kelebihan dan kekurangan masing-masing
Yang bukan pengkhianat
Yang....  masih banyak lagi. itu semua masih sebagian kecil

aku kesepian. aku butuh teman. ucap seorang gadis. Tapi, tak ada seseorang seperti yang kita inginkan.  aku tau


aku ingin berteman dengan
seseorang yg bisa ku direct
sesorang seperti yang aku mau.
Sekeras apapun aku mencari tak akan ada orang seperti aku.
Kenapa?
Karena yang aku mau
cuma seseorang seperti
aku.



Karna aku butuh seseorang.
aku lupa rasanya saling menyayangi

Rabu, 01 Januari 2014

sebuah kartu natal

Diposting oleh dita amalia di 07.29 0 komentar

   

Sekeping amplop berwarna hijau tua itu kubuka. Terlihat sebuah kartu ucapan. Di depannya terpampang gambar sebuah rumah yang cukup besar. lengkap dengan pohon tinggi tanpa dedaunan. Serta pohon-pohon cemara yang berdiri kokoh dan sangat hijau. Tampak salju-salju menggumpal di sepanjang jalan. Tampak juga yang turun dari langit berbentuk butiran-butiran putih halus beraturan. Terasa sangat dingin mengigit. Dari luar,tampak rumah besar tersebut memancarkan cahaya lampu yang terang benderang. Dan terasa hangat di dalam--aku mencoba menerawang. Di seberang jalan tampak sebuah kereta kuda lengkap dengan penumpang. Di dalamnya terdapat seorang bocah lelaki dan seorang lelaki paruh baya yang masing-masing menggunakan mantel tebal lengkap dengan kupluk dan sarung tangan, sedang menuju rumah besar yang kuceritakan tadi.

Gambar yang sangat menunjukkan nuansa natal. benar saja. Ketika kubuka kartu ucapan itu tertulis :

"Wishing you all things bright and beautiful this christmas season. 
Merry Christmas"


Bukan. jangan menyangka aku yang tidak tidak. Aku bukan seorang nasrani yang baru saja mendapatkan christmas card dari seseorang yang juga nasrani. Aku membeli kartu natal ini di sebuah toko buku favoritku. Aku menyukainya. Si kasir pun heran ketika seorang perempuan berjilbab menyerahkan 2 komik dan beberapa christmas card untuk dibayar.

"Ga salah mba?" Si kasir menatapku dengan wajah keheranan
"Kenapa?" tanyaku tak kalah heran
"Ini" serunya sambil menunjuk kartu-kartu natal yang kutaruh di meja kasir
"Oooooh... enggak" Aku cuma tersenyum. Loh memangnya kenapa dengan kartu-kartu ini?



Bukan apa apa. Kartu itu bukan untuk dikirim pada seseorang yang merayakannya. Bukan. Aku hanya menyukai... suasana dalam kartu itu.


memang sederhana dan terlihat biasa


terasa lengkap bila disandingkan dengan bola kaca milikku


 

Chocodit Escape Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos