ini dia tugas perekaman camera still dan camera movement punya Dita hehe
Selasa, 03 Maret 2015
Kamis, 26 Februari 2015
Kamis, 05 Februari 2015
Celoteh Sepatu
" Kita tuh kaya sepatu ya"
"Sepatu?"
"Iya. Aku sepatu kanan, kamu sepatu yang kiri."
"Maksudnya... sepasang?"
"Bukan. Kamu tuh ibarat sepatu kiri yang dipake sama orang lain. Sedangkan Aku ibarat sepatu kanan yang dipake sama orang yang beda. Ya, kita sepasang tapi bukan dalam pemilik yang sama gitu."
"Oooh. Hahahaha terus apa nyambungnya?"
"Ya... emang ngga nyambung sih"
"Meskipun beda pemilik juga, kita tetep sepasang kan? Kamu sepatu kanan, Aku sepatu kiri."
"Tapi gimana sama pasangan si sepatu kanan? bukannya bakal lebih serasi kalo dipasangin sama sepatu yang sama?"
"Iya. Tapi kita tetep bisa jadi sepasang kan?"
**
Celoteh sang sepatu kanan :
Kita itu sepatu. Aku sepatu kanan, kamu yang kiri nya. Sepasang. Tapi nggak saling berpasangan. Belum. Aku seneng banget loh kalo diajak jalan jauh sama kamu, apalagi kalo lari-lari. Tapi aku takut kamu cape. Aku juga ga masalah ko kalo kena ujan. tapi aku takut kamu kedinginan. Takut kamu masuk angin. Sampe bersin bersin.
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
Celoteh sang sepatu kiri :
Kita emang sepatu kanan dan kiri yang berharap bisa berpasangan. Tapi, aku bisa apa? Ketika kita dipakai oleh kaki kaki yang berbeda, dan ditaruh di rak yang berjauhan, kita nggak bisa apa-apa. Padahal, deket kamu aku bisa seneng banget. Kita bisa berbagi, kita bisa lari-lari, kita bisa hujan-hujanan. Tapi, aku harus gimana? Kita bisa apa?
Berdoalah supaya kaki kaki itu menemukan sepatu yang serasi ; Kita. Kamu, Aku. Sepatu kanan dan Sepatu kiri yang berpasangan.
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
Celoteh sang sepatu kiri :
Kita emang sepatu kanan dan kiri yang berharap bisa berpasangan. Tapi, aku bisa apa? Ketika kita dipakai oleh kaki kaki yang berbeda, dan ditaruh di rak yang berjauhan, kita nggak bisa apa-apa. Padahal, deket kamu aku bisa seneng banget. Kita bisa berbagi, kita bisa lari-lari, kita bisa hujan-hujanan. Tapi, aku harus gimana? Kita bisa apa?
Berdoalah supaya kaki kaki itu menemukan sepatu yang serasi ; Kita. Kamu, Aku. Sepatu kanan dan Sepatu kiri yang berpasangan.
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu. *
Tapi pada akhirnya, kaki kaki manusia itu mempertemukan mereka ke dalam satu rak yang sama. Sang sepatu kanan meminta sepatu kiri untuk bersamanya. Untuk menemani ia berlari. Berjalan bersama di hari yang berhujan.
Aku harap bisa terus seperti ini.
Semoga.
*Terinspirasi dari lagunya tulus :)
Dita Amalia,
06/02/2015
Mungkin tak semua bisa bersatu. *
Tapi pada akhirnya, kaki kaki manusia itu mempertemukan mereka ke dalam satu rak yang sama. Sang sepatu kanan meminta sepatu kiri untuk bersamanya. Untuk menemani ia berlari. Berjalan bersama di hari yang berhujan.
Aku harap bisa terus seperti ini.
Semoga.
*Terinspirasi dari lagunya tulus :)
Dita Amalia,
06/02/2015
Minggu, 01 Februari 2015
Berburu Momen
okeee jadi ceritanya aku dapet tugas hunting lagi nih. soo.. ini dia hasil jepretan Dita hehehe
Putih Menyaput Biru
(berawan)
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/16 | Exposure time: 1/800sec | Iso: 400 | no flash
Ceritanya aku sama Dedew luntang-lantung di Bandung. Bingung mau kemana, akhirnya kita kesini aja deh main sekalian hunting ke calon kampus (cielaaa) coba tebak dimana calon kampus kita kelak. Yap Institut Teknologi Bandung hehe. Gara-gara ada pasar seni ITB waktu itu, kita jadi penasaran ITB tuh dalemnya kaya apa sih? soo daipada bingung luntang-lantung di Bandung, akhirnya kita memutuskan untuk keliling keliling kesini dan yaa dapet juga deh moment berawan. Aku baru tau ternyata ITB itu dalemnya yaa sebelas duabelas lah ya sama sekolahku tercinta--STM. Suasananya rindang, banyak pohon, banyak spot buat nongkrong juga, terus yang paling penting, banyak mesin mesin! yaeyalah... sama sama sekolah teknik. hehe
Ini juga beda cerita. kalo yang ini, ceritanya aku sama dedew jalan jauh ke sukawana hehe. Sehabis mampir ke villa istana bunga dan ngebaso di laris manis, kita jalan kaki, berpetualang ke parongpong untuk yang kedua kalinya. Kita masuk dari kavaleri nyari jalan nyampe ke sukawana. Seru abissss
Stand up Hands up!
(terik)
Data teknis:
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/10 | Exposure time: 1/250sec | Iso: 400 | no flash
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/10 | Exposure time: 1/250sec | Iso: 400 | no flash
Sip deh. Lanjut keliling ITB, sambil panas-panasan. Alhamdulillah ya dapet moment terik. Di depan tuh ada monumen (eh?atau apalah namanya itu) berdiri gitu lucu banget kan. (tunjuk yang merah) entah itu patung badak atau apa..silahkan simpulkan sendiri ya
Payungku
(hujan)
Data teknis:
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/5.6 | Exposure time: 1/200sec | Iso: 3200 | no flash
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/5.6 | Exposure time: 1/200sec | Iso: 3200 | no flash
Habis kenyang liat liat kampus ITB, Aku dan dedew pulang dannnn kita terjebak hujan. kita berlindung di beranda sebuah hotel. Daripada menyia-nyiakan moment, ya langsung aja deh jepret!! ada si teteh yang lagi lewat make payung di tengah hujan tuh fitwiw
Nearly Dusk
(sunset)
Data teknis:
camera maker: canon| camera model: canon eos 600d | f-stop: f/5.6 | Exposure time: 1/80sec | Iso: 400 | no flash
camera maker: canon| camera model: canon eos 600d | f-stop: f/5.6 | Exposure time: 1/80sec | Iso: 400 | no flash
Kalo yang ini lain cerita. Ini tuh senja dari balkon rumah. Berhubung ga dapet sunrise, yasudahlah aku potret senja aja. mumpung langitnya lagi cantik;)
Abu Mengabur
(mendung)
Data teknis:
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/10 | Exposure time: 1/800sec | Iso: 100 | no flash
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/10 | Exposure time: 1/800sec | Iso: 100 | no flash
Noktah
(night photography)
Data teknis:
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/4.5 | Exposure time: 1/40sec | Iso: 3200 | no flash
camera maker: Canon | camera model: Canon EOS 600D | f-stop: f/4.5 | Exposure time: 1/40sec | Iso: 3200 | no flash
Kalo yang ini, malam ketika aku dan dedew pulang dari ITB itu. Kita, berdua, perempuan, jalan hujan hujanan. Malem-malem. Baju jibruk, muka udah ga berbentuk. Kedinginan, masuk angin. Demi dapetin moment malem di stasiun. sebelum nyampe stasiun, kita sempet susah banget nyari angkot ditengah hujan. Pas udah nyampe, ternyata kita salah masuk stasiun, jadi kita masuk ke tempat orang orang yang make kereta eksekutif gitudeh. dannn, kita mesti puter balik. Kebayang ya kita jalan lagi hujan hujanan. Ya, tapi akhirnya dapet juga deh moment nya. Meskipun sulit, tapi puas. Justru disitu tantangannya :)
okedeh, segitu aja postingan tugas perekaman (sekaligus curhatan :p) seorang Dita amalia hehe.
salam blogger
Dita amalia,
01/02/2015
Senin, 12 Januari 2015
Creep
Aku tak pantas disini. Rasanya seperti terasing.
sadar akan rasa yang lambat laun hambar. Tapi ketika kembali mengecap, manis akan terasa lagi. Apa yang salah? Apa perlu dibumbui lagi? apa rasa itu tidak sesuai takaran? Kenapa kali ini rasanya pahit?
Dia datang dan rasa manis berpendar. ketika dia hilang, hambar. Ketika dia benar-benar pergi, pahit menyelusup sampai tak ada rasa yang perlu dirasakan lagi. Sudah terlanjur.
Tapi, aku bisa apa? ketika aku berlari untuk mengejar, kamu malah tertinggal dibelakang. Kamu santai berjalan sedangkan aku bersusah payah merangkak. Untuk apa aku berada disini? Tempatku bukan disini. Bukan di dekatmu lagi. Kita tak lagi berpijak pada tempat yang sama. Aku, hanya orang aneh yang ingin mengajakmu terbang.
Tau kan bagaimana rasanya ketika seseorang menemukan kita, ketika kita dalam keadaan yang sedang kesepian? Dalam keadaan butuh seseorang.
Tau juga kan rasanya ketika tiba-tiba dia pergi. mungkin rasa itu sudah lesap. yap betul sekali. aku ini hanya orang aneh yang kesepian. bertemu ketika dia datang dan aku salah mengartikan rasa apakah ini. Terlalu bodoh memang ketika tiba-tiba kita merasa menjadi yang paling istimewa. Padahal, ada berapa banyak gadis normal yang bisa kamu buat dirinya merasa menjadi yang teristimewa? pantas tiba-tiba rasanya hambar. lalu kembali manis. Dan mendadak pahit.
sempat aku membaca kutipan dari seseorang dan sekarang aku faham. "Jatuh cintalah ketika kamu siap. Bukan ketika kamu kesepian."
aku ini cuma orang aneh.
Yang tiba-tiba merasa, aku ini istimewa.
Tapi ternyata aku salah sangka..
When you were here before
Couldn't look you in the eye
You're just like an angel
Your skin makes me cry
You float like a feather
In a beautiful world
And I wish I was special
You're so fuckin' special
CHORUS
But I'm a creep, I'm a weirdo
What the hell am I doing here?
I don't belong here
I don't care if its hurts
I want to have control
I want a perfect body
I want a perfect soul
I want you to notice
When I'm not around
You're so fucking special
I wish I was special
CHORUS
She's running out again
She's running out
She's run run run
Whatever makes you happy
Whatever you want
You're so fucking special
I wish I was special
CHORUS
song by Radiohead-Creep :)
image by tumblr
Dita Amalia,
12/01/15
Kamis, 01 Januari 2015
New year's eve
Malam ini dingin,tentu saja. Dan berisik. Detik detik dihitung. Orang-orang rela terjaga untuk menyaksikan beribu kembang api tersulut dan terburai di udara. Atau sekadar menikmati aroma jagung bakar dan bising tiupan terompet, sambil menunggu jarum jam menunjukkan angka 00 lewat 01. Dan Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yang melakukan hal itu.
Seketika langit riuh. Lewat pukul 1 dini hari, langit tiba-tiba statis dari pesta pora yang telah usai.Kembali Ia bungkam. Mempersilahkan kembali sunyi mendominasi.
Yang terdengar hanya bunyi binatang malam, riak air di kolam, desis angin, bunyi dengkuran, suara random dari siaran televisi..
Huh.Ini sudah 2015 ya? Rasanya,seperti baru kemarin menonton langit di awal 2014. Banyak hal terjadi di tahun ini, Aku rasa. Dan aku ingin bilang, Selamat datang, 2015.
in the 00:01 of new year's eve, I called him. Then we make a wish, and build a hope.
Ia bergumam di sebrang telpon,walau Aku tau, Ia sudah mengantuk. hehe
selamat malam, selamat tidur
selamat tahun baru! :)
Dita Amalia,
Seketika langit riuh. Lewat pukul 1 dini hari, langit tiba-tiba statis dari pesta pora yang telah usai.Kembali Ia bungkam. Mempersilahkan kembali sunyi mendominasi.
Yang terdengar hanya bunyi binatang malam, riak air di kolam, desis angin, bunyi dengkuran, suara random dari siaran televisi..
Huh.Ini sudah 2015 ya? Rasanya,seperti baru kemarin menonton langit di awal 2014. Banyak hal terjadi di tahun ini, Aku rasa. Dan aku ingin bilang, Selamat datang, 2015.
in the 00:01 of new year's eve, I called him. Then we make a wish, and build a hope.
Ia bergumam di sebrang telpon,walau Aku tau, Ia sudah mengantuk. hehe
selamat malam, selamat tidur
selamat tahun baru! :)
Dita Amalia,
Sabtu, 22 November 2014
Aku atau kamu, yang lebih dulu?
Aku yang akan menangkapmu lebih dulu.
Bahkan sebelum kamu melesat meninggalkan sensasi berdebar di medan magnetku.
Kamu seharusnya tak terbang lebih cepat dari aku.
Sebab kamu hanyalah angin yang menghantam dedaunan jatuh ke tanah.
Atau menerbangkan debu-debu sehingga bertebaran acak di udara
Kamu hanyalah angin. Yang tak punya sarang untuk pulang.
Angin. Menggiring kepasrahan dalam setiap doa yang menjadi agonia.
Izinkan aku menyentuh dinding langitmu yang lama kelam.
Menggantungkan bintang paling terang diantara labah-labah yang bersarang membuat jaring di hitam langit malammu yang meradang
Izinkan aku mengguyur kembang sepatu di halaman depan rumahmu yang lama gersang.
Tak terjamah sebab kau sibuk akan tualang.
Izinkan aku menata hatiku.supaya tak ada lagi nama-nama yang berserakan.
Bangun, tuan. pagimu sudah menjelang. Tapi kenapa sampai sekarang kau tak juga hubungi aku?
kita sama-sama menyepi. Barangkali, kita hanyalah manusia-manusia kesepian. jadi,siapa yang akan lebih dulu mengagumi dan meninggalkan? Aku? Atau kamu?
Langganan:
Postingan (Atom)










